Saya ingin berbagi langkah-langkap pengerjaannya:
Gb. 1.
SKETSA: Agar tidak merusak kertas cat air yang berharga dan tidak
meninggalkan banyak bekas pensil, saya biasa membuat sketsa awalan di
kertas HVS biasa. Setelah dirasa baik, sketsa dipindahkan ke kertas cat
air, bisa dengan 2 cara; kertas kalkir (tracing) atau lightbox.
Kiat: Saya biasa
memakai pensil 3H untuk garis luar (nanti dihapus setelah pewarnaan
awal) dan pensil watercolor yang sewarna dengan obyek untuk panduan
kontur bagian dalam.
Gb. 2-3. BENTUK: Untuk memberi bentuk secara
keseluruhan, saya menggunakan teknik wet into wet. Bagian yang akan
diwarna dibasahi dengan air, lalu sapukan campuran warna (yang cukup
berair) sesuai bentuk yang diingini. Saat kertas masih basah, warna akan
menyebar dengan baik dan memudar dengan alami. Kita juga bisa
mengarahkan 'bleber'nya dengan kuas yang basah atau mengangkat warna
untuk untuk memberi highlight dengan kuas bersih yang lembab/lebih
kering sedikiit. Teknik ini bisa diulang setelah kertas kering untuk
menguatkan warna atau memberi warna lainnya tanpa membentuk tepian yang
kentara.
Kiat: Gunakan 2 kuas, satu kuas untuk air bersih dan lainnya untuk warna.
Gb. 4-5.
DETAIL: Dengan kuas yang lebih kecil dan teknik wet on dry, perkuat
warna untuk bagian midtone dan shadow dan tinggalkan bagian highlight.
Trik dua kuas yang saya sebut sebelumnya bisa dipakai jika ingin warna
tidak bertepi tajam. Caranya setelah menyapukan kuas warna, lanjutkan
segera dengan kuas air bersih. Atau sebaliknya basahi dengan air bagian
yang ingin pudar, baru sapukan warna. Kalau ingin tepi tajam, tidak
perlu dibasahi.
Gb. 6. DETAIL TAMBAHAN: Saya menggunakan white gouache untuk bulu-bulu halus pada gambar ini setelah warna lainnya benar-benar selesai.
Dan ini hasilnya.